Arsip Tag: sepakbola

Italia Berhasil Kalahkan Spanyol di Euro 2020 Pada Babak Adu Penalti

Sampai sejauh ini setidaknya terdapat dua negara yang difavoritkan menjadi juara euro 2020, yaitu Spanyol atau Italia.

Akhirnya kedua negara tersebut bertemu di fase semi-final Piala Eropa 2020, walau keduanya diunggulkan, tetapi kedua tim ini memilki perbedaan yang sangat berbeda.

Duel dua raksasa Eropa antara Italia vs Spanyol tersaji di Euro 2020. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/7/2021) dinihari WIB di Stadion Wembley.

Baik Italia maupun Spanyol sama-sama menjadi tim favorit dalam Piala Eropa 2020. Kedua kesebelasan tampil produktif sejak fase grup sampai saat ini.

Italia melaju mulus dan total sudah membukukan 11 gol dari fase grup hingga babak perempatfinal. Ciro Immobile dkk juga meraih kemenangan 100 persen sebelum menapak ke empat besar.

Sementara itu, Spanyol sempat tersendat di dua laga awal babak grup dengan dua hasil imbang kontra Swedia dan Polandia.

La Furia Roja meledak setelah meraih kemenangan telak 5-0 atas Slovakia, disusul kemenangan 5-3 atas Kroasia pada 16 besar, serta menyingkirkan Swiss via adu penalti pada perempatfinal.

Persamaan kualitas di antara Italia dan Spanyol mendapat tanggapan dari mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid, Fabio Capello.

Pria 76 tahun tersebut mengamini bahwa kedua tim sama-sama tangguh dan berbahaya di Piala Eropa 2020.

Meskipun demikian, Capello menilai kedua kesebelasan memiliki perbedaan dalam gaya permainan. Spanyol dinilainya bermain lamban tapi berkualitas, sementara Italia besutan Roberto Mancini memainkan tempo yang lebih cepat.

“Ini akan sulit bagi kedua tim karena Spanyol memiliki sistem yang tidak terlalu cepat. Mereka berlandaskan pada banyaknya sentuhan lambat tanpa ritme yang bagus, tapi mempunyai banyak kualitas,” kata Capello, dilansir dari Mundo Deportivo.

“Mereka memiliki pemain-pemain yang bisa mengancam siapa pun. Itu bisa berbahaya sekali buat Italia,” sambungnya.

“Roberto Mancini memainkan sepakbola yang cepat, berkualitas, dan menyenangkan…,” demikian kata Fabio Capello menatap duel Italia vs Spanyol di Piala Eropa 2020.

Dan hasil dari pertandingan ini sangatlah epic, karena kedua tim harus melanjutkan pertandingan mereka hingga ke babak pinalti.

Hasil akhir pinalti membuat Italia menang antas spanyol sehingga bisa lolos ke final Euro2020. Leonarddo Bonucci tetap mengingatkan agar mereka tidak euphoria secara berlebihan.

Kelolosan itu didapat Gli Azzurri setelah memenangi adu tos-tosan 4-2 menyusul hasil seri 1-1 sampai laga bubar dalam semifinal di Wembley, Rabu (7/7/2021) dinihari WIB. Di kubu Italia, hanya Manuel Locatelli yang gagal mengonversi penalti sedangkan dua penendang penalti Spanyol yang gagal adalah Dani Olmo dan Alvaro Morata.

Dengan ini berarti Italia berhak maju ke partai puncak Euro 2020 dan akan berhadapan dengan pemenang antara Inggris vs Denmark. Italia memburu gelar juara Eropa pertamanya setelah mengkangkat trofi itu pada 1968 alias 53 tahun silam.

Bonucci mewanti-wanti begitu lega dengan sukses Italia melangkah ke final. Skuad Italia agar mempertahankan rasa lapar akan gelar juara di final.

“Ini adalah pertandingan terberat yang pernah kumainkan,” ucap Bonucci dilansir Football-Italia. “Aku mengucapkan selamat kepada Spanyol atas apa yang sudah mereka tunjukkan.”

“Tapi sekali lagi tim Italia ini menunjukkan hati, determinasi, dan kemampuan untuk mengatasi momen-momen sulit dan lotere penalti diberikan kepada kami. Kemenangan yang Anda peroleh dengan penderitaan selalu yang paing nikmat,” sambung pemain senior Juventus itu.

“Sekarang cuma tinggal satu centimeter lagi. Hanya satu centimeter… Luar biasa dengan apa yang sedang kami lakukan, kami tidak seharusnya merasa sudah kenyang.”

“Kami menjejak final, lima hari lagi, dan kami perlu rasa lapar yang sama dan semangat pengorbanan untuk membawa pulang trofi juara ini setelah bertahun-tahun,” cetus Bonucci usai Italia maju ke final Euro 2020.

Berita Seputar Euro 2021 : Inggris vs Jerman Yang Wajib Kamu Ketahui

Euro saat ini sudah mulai semakin seru, karena tim-tim dari berbagai negara partisipan mengeluarkan taktik dan gaya permainan terbaik mereka.

Jerman nanti akan melawan Inggris pada babak 16 besar Euro 2020. Manajer Timnas Jerman, Joachim Loew, mengakui pertandingan itu akan sangat berbeda dibanding duel sebelum-sebelumnya.

Timnas Jerman memastikan satu tiket ke babak 16 besar Euro 2020 setelah Hasil imbang 2-2 yang didapatkan timnya melawan Hungaria memastikan Der Panzer mengunci posisi runner up grup F.

Berdasarkan bagan pertandingan yang dibuat FIFA, Jerman harus menghadapi juara Grup D. Kebetulan Inggris menjadi tim yang akan berhadapan dengan Jerman nanti.

Loew yakin pertandingan ini akan berjalan dengan sengit. “Saya yakin pertandingan melawan Inggris ini akan jadi pertandingan yang sangat berbeda,” ujar Loew yang dikutip Sportsmole, Kamis (24/6/2021).

Manajer Jerman tersebut juga menyebutkan bahwa pertandingan melawan Inggris akan lebih seru karena kedua tim sama-sama akan tampil menyerang sejak awal laga.

“Hari ini, Hungaria bermain dengan parkir bus. Semua pemain mereka ikut bertahan, dan semua pemain mereka mencoba merebut bola,” ujar Loew.

“Sementara melawan Inggris, mereka akan bermain di kandang mereka [Wembley]. Mereka akan tampil menyerang sehingga jalannya pertandingan akan lebih terbuka daripada pertandingan hari ini,” imbuh pelatih Timnas Jerman itu.

Loew juga menegaskan Jerman harus berbenah total sat menghadapi Inggris. Ia menilai timnya bakal kalah jika tampil seperti saat menghadapi Hungaria.

“Kami harus memperbaiki banyak hal. Kami harus lebih waspada, terutama dalam skema bola-bola mati. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi,” ucap Loew.

“Namun seperti yang saya katakan, pertandingan melawan Inggris nanti akan sangat berbeda, dan kami tidak sabar memainkan laga itu,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi timnas Inggris juga mengungkapkan pernyataan mereka jelang laga mereka dengan timnas dari Jerman.

Seperti salah satu mantan bek MU yaitu Gary Naville yang mengungkapkan bahwa Bukayo Saka harus menjadi starter di Timnas Inggris melawan Jerman saat sang pakar mengungkapkan starting XI versinya untuk menghadapi Jerman.

Inggris akan menghadapi rival lama mereka di Wembley pada babak 16 besar Euro 2020 dan kedua belah pihak tampil berimbang setelah penampilan yang tidak konsisten di babak penyisihan grup.

Gol penyama kedudukan Leon Goretzka melawan Hungaria tidak hanya membuat Jerman malu, tetapi juga menyelamatkan perjalanan mereka di Euro 2020 untuk memastikan mereka finis kedua di Grup F.

Neville yakin Inggris dapat memanfaatkan kelemahan Jerman dengan mencocokkan formasi mereka dan memainkan lima bek dengan bek sayap.

Kyle Walker, John Stones dan Harry Maguire akan mengisi tiga bek Neville, dengan Reece James dan Luke Shaw sebagai bek sayap.

Declan Rice dan Kalvin Phillips mempertahankan tempat mereka di lini tengah, tetapi ada kejutan di lini depan karena Saka dipilih bersama Raheem Sterling dan Harry Kane.

Saka memenangkan man of the match dalam start pertamanya di Euro 2020 melawan Republik Ceska, tetapi tidak ada tempat untuk Jack Grealish di tim Neville.

Gary Neville juga menjelaskan bahwa dia ingin Bukayo Saka dan Raheem Sterling tetap berada di garis terdepan melawan Jerman dan ingin melihat Rice dan Phillips mengawasi Toni Kroos dan Ilkay Gundogan dari dekat