Arsip Tag: liga inggris

Profil Lengkap Kai Havertz, Pemain Gelandang Dari Chelsea

Kai Lukas Havertz merupakan seorang pemain sepak bola penghobi judi slot online yang lahir di Aachen, 11 Juni 1999. Ia berasal dari Jerman dan bermain sebagai gelandang serang atau pemain sayap kanan untuk klub Premier League Chelsea dan tim nasional Jerman.

Melakukan debut bersama Bayer Leverkusen pada tahun 2016, Havertz merupakan pemain termuda yang pernah tampil untuk klub tersebut di Bundesliga dan ia juga dikenal sebagai pemain bola yang gemar bermain game mesin slot melalui salah satu situs daftar slot online terpercaya di Indonesia.

Ia pun menjadi pencetak gol termuda saat membuat gol perdana pada tahun berikutnya. Havertz juga merupakan pemain termuda yang berhasil bermain sebanyak 50 dan 100 kali di Bundesliga.

Lahir di Aachen, Jerman, pengalaman pertama Havertz bermain sepak bola adalah saat ia bergabung dengan klub amatir Alemannia Mariadorf pada usia empat tahun. Kakeknya, Richard, adalah pimpinan klub tersebut.

Pada tahun 2009, ia dikontrak oleh tim divisi dua Alemannia Aachen dan bermain di akademi klub tersebut selama setahun. Di usia 11 tahun, ia bergabung dengan Bayer Leverkusen.

Havertz mencetak 18 gol pada tahun 2016 untuk tim U-17 Bayer Leverkusen dan mendapat Fritz Walter Medal, sebelum bergabung dengan tim senior pada tahun berikutnya.

Havertz melakukan debut untuk Bayer Leverkusen pada tanggal 15 Oktober 2016, saat ia masuk sebagai pemain pengganti untuk Charles Aránguiz dalam pertandingan Bundesliga melawan Werder Bremen yang berakhir dengan kekalahan 1-2.

Saat itu, ia pun menjadi pemain termuda yang melakukan debut di Bundesliga, tepatnya pada usia 17 tahun 126 hari. Rekor tersebut dipatahkan oleh Florian Wirtz pada tahun 2020.

Pada tanggal 17 Februari 2017, Havertz memberikan assist kepada rekan setimnya Karim Bellarabi, yang kemudian menjadl gol ke-50,000 di Bundesliga.

Empat hari kemudian, ia tampil sejak awal pertandingan untuk pertama kalinya di Champions League saat Bayer Leverkusen harus menghadapi Atlético Madrid di babak 16 besar.

Ia terpilih untuk tampil di pertandingan tersebut karena rekan setimnya, Hakan Çalhanoğlu, terkena hukuman larangan bermain. Havertz tidak bisa bermain di pertandingan kedua melawan Atletico Madrid yang berlangsung pada bulan Maret karena bertepatan dengan masa ujian di sekolahnya.

Havertz menyumbangkan gol pertamanya untuk Bayer Leverkusen pada tanggal 2 April 2017. Gol tersebut menjadi penyama kedudukan dalam pertandingan melawan VfL Wolfsburg yang berakhir dengan skor 3-3.

Ia pun memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda bagi Bayer Leverkusen di Bundesliga, pada usia 17 tahun.

Pada musim tersebut, secara total ia bermain sebanyak 28 kali dan mencetak empat gol di semua kompetisi, termasuk dua gol di pertandingan terakhir melawan Hertha BSC. Leverkusen pun mengakhir musim di posisi ke-12.

Pada tanggal 14 April 2018, Havertz, menjadi pemain termuda sepanjang sejarah Bundesliga yang berhasil bermain sebanyak 50 kali, di usia 18 tahun 307 hari.

Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Timo Werner. Di akhir musim, Havertz berhasil membawa Leverkusen beradai di posisi kelima dengan bermain sebanyak 30 kali dan mencetak tiga gol.

Havertz melanjutkan tren positif di musim berikutnya. Hingga pertengahan musim, Havertz merupakan satu-satunya pemain yang tampil di setiap pertandingan dan menghasilkan enam gol.

Pada tanggal 20 September 2018, ia mencetak dua gol untuk pertama kalinya di kompetisi Eropa saat menghadapi Ludogorets Razgrad di kompetisi Europa League 2018–19 yang berakhir dengan kemenangan 3-2.

Ia menjadi pemain termuda Leverkusen yang mencetak gol dari tendangan penalti pada tanggal 26 Januari 2019, saat klub tersebut menghadapi Wolfsburg yang berakhir dengan skor 3-0. Saat itu, Havertz baru berusia 19 tahun, tujuh bulan, 16 hari.

Pada bulan berikutnya, Havertz menjadi pemain termuda kedua yang tampil sebanyak 75 kali di Bundesliga, setelah Julian Draxler. Rekor tersebut ia capai saat bertanding melawan Fortuna Düsseldorf di mana ia mencetak satu gol.

Pada tanggal 13 April 2019, ia pun kembali mencetak gol di pertandingannya yang ke-100 di Bundesliga melawan Stuttgart.

Gol tersebut, ke-13 di musim tersebut, membuat Havertz menjadi pemain termuda yang mencetak 13 gol dalam satu musim setelah pemain Stuttgart Horst Köppel yang melakukannya pada musim 1967–68.

Havertz mencetak gol ke-15 dalam pertandingan melawan Eintracht Frankfurt pada tanggal 5 Mei 2019. Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 6-1 tersebut terkenal karena menjadi pertandingan pertama di Bundesliga dengan tujuh gol tercipta di babak pertama.

Di pertandingan terakhir musim 2018-19, Havertz menjadi remaja dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga, setelah mencetak gol ke-17 dalam kemenangan 5-1 melawan Hertha BSC.

Saat laga pembuka musim 2019–20 melawan Paderborn yang berkesudahan 3-2, Havertz mencetak sejarah dengan menjadi pemain termuda kedua setelah Köppel yang membuat 25 gol di Bundesliga.

Pada bulan Desember 2019, di usia 20 tahun, enam bulan, dan empat hari, ia memecahkan rekor Werner sebagai pemain termuda yang bermain sebanyak 100 kali di Bundesliga.

Pemain Liga Inggris Terbaik Musim Ini Yang Harus Kamu Tahu!

Sepak bola memang seringkali menjadi obat penghibur bagi banyak orang. Apalagi, di tahun pandemic seperti saat ini.

Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola juga terpengaruh ecara finansial karena adanya pandemic virus corona serta pertandingan sudah berlangsung di stadion – stadion kosong, namun kehadiran mereka sangat berarti di tengah kesulitan yang dialami manusia seantero dunia ini.

Premier League juga terus menjadi liga paling populer di dunia. Liverpool sendiri meraih gelar musim lalu di tengah situasi sulit, sempat terhentinya kompetisi karena pandemic virus corona yang menjangkiti Inggris.

Sepak bola juga terus menjadi ajang yang menarik di dunia yang dibatasi oleh pandemic dan para pemain tetap bisa beraksi menunjukkan permainan terbaiknya di masa – masa sulit ini.

Liga Inggris membanggakan persaingan yang mereka miliki terbaik di dunia kerena adanya pesepak bola kelas dunia.

Dan rasanya klaim tersebut pantas saja karena nyatanya di masa pandemic ini, hanya klub – klub Inggris yang masih bisa belanja pemain dengan banderol mahal. Lalu, siapa saja sih pemain terbaik Premiere League sepanjang tahun ini? Yuk simak di bawah ini.

1.Jamie Vardy

Jamie Vardy

Siapa yang bisa mengira bahwa striker veteran dari Leichester City, Jamie Vardy ini masih memiliki insting yang tajam dalam mencetak gol.

Bahkan, bisa dibilang pada tahun 2020 kemarin, ketajaman Vardy semakin meningkat lagi. Ia bahkan bisa mencium bau peluang emas sekecil apapun. Sehingga tak heran jika ia sering kali menangkan permainan slot online terpercaya karena ia bisa mencari peluang besar dalam memilih jenis permainan judi online.

Seperti julukan tim nya, Leichester City, The Foxes, Vardy adalah serigala di dalam kotak penalty lawan. Torehan 23 golnya di musim lalu menjadikannya sebagai top skorer Liga Inggris, sebuah penghargaan yang tak bisa digapai Vardy di juara beberapa musim lalu.

Di musim ini pun, ketajamannya masih belum juga hilang. Ia masih tetap berbahaya dan kini sudah menorehkan 11 gol. Hanya tertinggal 2 saja dari pemuncak kalsemen tip skor Liga Inggris, Mohamed Salah.

2.Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Manchester City memang seperti sedang dijauhi dewi fortuna, setelah gagal juara musim lalu karena kalah jauh dari Liverpool. Kali ini pun Manchester City masih terlihat gamang dan belum sanggup mengejar Liverpool.

Tapi situasi itu bisa semakin buruk jika Kevin De Bruyne tidak tampil fantastis. Semua orang masih mengakui sentuhannya masih begitu aduhai dan membius sehingga tetap berbahaya sebagai playmaker Manchester City.

Pemain terbaik Liga Inggris PFA pun berhasil disabet oleh De Bruyne sebagai bukti bahwa ia masih menyandang status sebagai salah satu Playmaker terbaik Liga Inggris.

Andai saja dirinya tidak cedera panjang, mungkin sehatusnya musim ini pun bisa menjadi milik Kevin De Bruyne.

3.Sadio Mane

Sadio Mane

Orang – orang terkadang mungkin lupa dan dibutakan oleh ketajaman Mohamed Salah sebagai ujung tombak serangan Liverpool.

Memang Liverpool selalu bermain dengan 3 bomber, namun Salah seringkali ditinggal sendiri di depan sehingga bisa mencetak banyak gol.

Tapi orang lupa jika Salah tak akan pernah bisa mendapat pasokan bola jika taka da kerja keras dari seorang Sadio Mane. Jika menonton pertandingan Liverpool dengan seksama, Mane merupakan pemain pertama yang akan menjalankan skema gegenpressing.

Untuknya para suporter Liga Inggris musim lalu tidak buta dan menyerahkan penghargaan pemain terbaik pada Mane. Di musim ini meski torehan gol dan assists-nya tidak seberapa, tetapi kerja kerasnya tetap penting sehingga membuatnya jadi salah satu pemain terpenting Liverpool.

4.Bruno Fernandes

Bruno Fernandes

Jika bukan Bruno Fernandes, mungkin Manchester United tak akan bisa berada di posisi saat ini, anggapan ini memang benar adanya. Sejak kedatangannya Januari tahun ini, Bruno Fernandes seakan seperti seorang diri mengangkat peforma Manchester United.

Mulai dari kontribusi gol, visi permainan yang sangat jenius hingga pergerakan tanpa bola yang bisa membuka pemain lain masuk, adalah sedikit dari banyak kemampuan Bruno. Bak seorang penyihir, ia selalu mampu jadi sosok protagonis bagi Manchester United.

Secara total sejak masuk membela Manchester United, Bruno Fernandes telah menorehkan 25 gol dan 15 assists hanya dalam 42 laga saja. Padahal seperti yang kita tahu, sebelum Bruno datang, Manchester United hanya tim pesakitan saja pada musim lalu karena tak punya playmaker mumpuni.

Itulah 4 pemain terbaik liga Inggris yang harus kalian ketahui. Semoga bermanfaat.