Spanyol Tumbang Lawan Kecepatan Swedia

Spanyol kalah dari Swedia karena kerepotan meredam serangan balik Blagult. Alexander Isak dan Dejan Kulusevski sangat menyulitkan lini belakang spanyol.

Spanyol tumbang di markas Swedia, Friends Arena, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa pada Jumat 3 September 2021 dini hari.

La Furia Roja sebenarnya mampu unggul cepat lebih dulu di menit ke 4 lewat Carlo Soler. Namun, Swedia kemudian bisa menyamakan kedudukan lewat Alexander Isak semenit berselang.

Tuan rumah kemudian memastikan kemenangan berkat gol Viktor Claesson pada menit ke 57. Ini merupakan kekalahan pertama Spanyol dalam 28 tahun terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Terakhir kali mereka kalah di kualifikasi Piala Dunia adalah Maret 1993 dengan skor 0 – 1 dari Denmark.

Pada laga ini, Spanyol sebenarnya bisa tampil dominan dalam menguasai bola. Mereka mencatatkan ball possesion sebesar 75 persen dibanding 25 persen milik Swedia.

Walau begitu, Swedia mampu tampil efektif mengandalkan serangan balik cepat. Mereka mengoptimalkan kecepatan pemain di lini depan mereka seperi Isak dan Dejan Kulusevski.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, mengakui bahwa tim aushannya kewalahan dalam membendung kecepatan para pemain Swedia.

Ia berharap Spanyol segera melupakan kekalahn ini dan segera fokus menghadapi laga berikutnya menghadapi Georgia pada 6 September dan Kosovo pada 9 September.

“Saya tidak terkejut dengan bagaimana Swedia bermain. Mereka memiliki pemain depan yang sangat cepat, Kulusevski dan Isak,” ujar Enrique dikutip dari situs resmi UEFA.

“Mereka menciptakan banyak bahaya. Kami harus menerima itu dan harus meningkatkan permainan dalam menghadapi hal tersebut itu. Sekarang kami bergantung pada hasil Swedia dan kami harus memenangkan pertandingan kami,” jelasnya.

Hasil ini lalu membuat Swedia kini memuncaki klasemen dengan raihan sembilan poin dari tiga laga. Sementara, Spanyol di posisi kedua dengan tujuh angka, namun telah memainkan empat laga.

Sebelumnya, Timnas Spanyol menatap laga dengan Swedia dalam lanjutan babak grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Kapten La Furia Roja, Sergio Ramos meminta agar rekan – rekannya lebih serius kali ini.

Spanyol menunjukkan laju meyakinkan di babak penyisihan Piala Eropa 2020. Tim besutan Luis Enrique itu memetik tiga kemenangan dari tiga laga yang dilakoni dan menjadi penguasa puncak Klasemen Grup C.

Terdekat, Spanyol melanjutkan langkah dengan menghadapi Swedia, yang mengisi peringkat kedua Grup C. laga itu dijadwalkan berlangsung di Santiago Bernabeu pada Selasa 11 Juni 2019 dini hari.

Ramos berharap pemain timnas Spanyol tak menyepelekan lawan. Sebab, Swedia selalu tampil habis-habisan di laga-laga sebelumnya.

“Saat kalian mengatakan dalam kondisi terbaik maka tunjukkan di atas lapangan,” kata Ramos dalam konferensi pers dan dikutip Marca.

“Kami tak bisa menganggap kalau kami sudah menunjukkan yang terbaik. Kami pernah gagal dalam beberapa pertandingan terakhir. Kami tak bisa santai, karena siapa saja bisa mengalahkan kami,” dia menambahkan.

“Swedia adalah lawan yang serius, sebuah tim yang sangat cepat, kami juga menyadari kedalaman mereka,” ujar bek Real Madrid itu.

PSG dan MC Sulit Untuk Kontrak Messi? Ini Alasannnya.

Messi baru saja meninggalkan Barcelona pada hari Jumat, 6/8/2021 pada dini hari. Kabar tersebut langsung mengaitkan Messi ke beberapa klub raksasa di Eropa yaitu PSG dan MC.

Namun, media asal Spanyol, Marca, menulis kemungkinan kenapa Lionel Messi gagal sulit bergabung dengan dua klub di atas. Jika Manchester City atau PSG ngotot mendatangkan Lionel Messi, mereka berpotensi melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Manchester City baru saja mengeluarkan 100 juta pounds atau sekira Rp1,99 triliun untuk mendatangkan Jack Grealish. Ditambah lagi, Manchester City kabarnya masih memburu tanda tangan penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Benar, Lionel Messi bisa didatangkan secara gratis. Namun, gaji Lionel Messi masuk kategori sensasional. Di Barcelona (setelah dipotong gaji 50 persen), Lionel Messi menerima 61,5 juta pounds atau sekira Rp1,22 triliun per tahun!

Nominal itu pun menempatkan Lionel Messi sebagai pesepakbola dengan gaji tertinggi di dunia. Bagaimana dengan Paris Saint-Germain (PSG)?

Menurut laporan L’Equipe, PSG minus 120 juta euro atau setara Rp2 triliun sepanjang musim lalu. Jika dihitung lebih panjang, PSG saat ini defisit 200 juta euro!

Karena itu, demi mengurangi defisit PSG wajib menjual pemain. Karena itu, Ketika PSG tengah mencoba menyeimbangkan neraca keuangan mereka, agak sulit melihat Les Parisiens -julukan PSG– mengontrak Lionel Messi.

Melihat fakta di atas, paling memungkinkan adalah melihat Lionel Messi bertahan di Barcelona. jurnalis ESPN, Julien Laurens, optimistis Lionel Messi bertahan di Barcelona. Nantinya, otoritas Liga Spanyol (LFP) akan mengubah aturan batasan gaji di Liga Spanyol demi mengizinkan Lionel Messi bermain bersama Barcelona.

“Saya pikir Lionel Messi akan bertahan di Barcelona. Saya menilai masalah Barcelona-Messi-La Liga sedang diselesaikan,” tulis Julien Laurens di akun Twitter-nya, @LaurenJuliens.

Sekadar informasi, ada skema batasan gaji di Liga Spanyol. Total dari 20 klub peserta Liga Spanyol, maksimal hanya diizinkan mengeluarkan uang untuk gaji pemain sebesar 2,33 miliar euro atau sekira Rp39,5 triliun per tahunnya.

Sementara untuk Barcelona sendiri, mereka kebagian jatah 382,7 juta euro atau sekira Rp6,49 triliun. Karena itu, menarik menanti kelanjutan masa depan Lionel Messi selanjutnya. Jadi, akankah Lionel Messi bertahan di Barcelona?

Ternyata, bukan hanya Lionel Messi yang akan terkena efek aturan di atas. Sebanyak empat pemain anyar Barcelona, Sergio Aguero, Memphis Depay, Eric Garcia dan Emerson Royal juga akan menerima hal yang sama.

“Barcelona akan memiliki masalah juga dengan pemain lain yang ingin didaftarkan setelah aturan final La Liga (otoritas Liga Spanyol),” tulis pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano, di akun Instagram-nya.

Sekadar informasi, ada skema batasan gaji di Liga Spanyol. Total dari 20 klub peserta Liga Spanyol, maksimal hanya diizinkan mengeluarkan uang untuk gaji pemain sebesar 2,33 miliar euro atau sekira Rp39,5 triliun per tahunnya.

Sementara untuk Barcelona sendiri, mereka kebagian jatah 382,7 juta euro atau sekira Rp6,49 triliun. Karena beban gaji Barcelona sudah melebihi nominal di atas, mereka tak bisa lagi mendaftarkan pemain-pemain baru.

Barcelona Resmi Umumkan Messi Berpisah Dengan Pihaknya

Klub Barcelona baru saja mengumumkan bahwa salah satu pemainnya yang sudah lama membela klub tersebut resmi berpisah, yaitu Lionel Messi.

Messi dan Barcelona sepakat berpisah pada Jumat (6/8/2021) dini hari WIB. Niat klub mempertahankan pemain terbaiknya terganjal regulasi LaLiga soal pembatasan gaji.

“Meskipun FC Barcelona dan Lionel Messi telah mencapai kesepakatan dan niat yang jelas dari kedua belah pihak untuk menandatangani kontrak baru pada hari ini, hal itu tidak dapat terjadi karena hambatan finansial dan struktural [regulasi Liga Spanyol],” bunyi pernyataan di situs resmi Barca.

“Sebagai hasil dari situasi ini, Lionel Messi tidak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak sama-sama sangat menyesal karena harapan dari pemain dan klub pada akhirnya tidak terpenuhhi.”

“FC Barcelona dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada pemain atas kontribusinya membesarkan klub dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan di pemain baik di kehidupan pribadi maupun profesionalnya,” jelas pernyataan klub soal kepergian Lionel Messi.

Messi membela Barcelona sejak usia bocah. Ia diangkut ke Catalan pada usia 13 tahun pada tahun 2000.

Tiga tahun berstatus pemain trial, Messi akhirnya bisa menjadi pemain akademi Barcelona. Ia mengawalinya di tim Barcelona C, sebelum naik ke tim senior pada 2004.

Setelahnya adalah sejarah bagi Messi dan Barcelona. Messi menjelma menjadi pemain terbaik sepanjang sejarah klub.

17 tahun di tim senior, Messi menyumbang 672 gol dan 35 trofi. Di antaranya 10 titel LaLiga, 7 Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, empat gelar Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dan tiga Piala Dunia Antarklub.

Capaian itu membuat Lionel Messi juga memecahkan berbagai rekor. Di antaranya menjadi topscorer LaLiga sepanjang masa, top scorer Barcelona sepanjang masa, dan menyabet berbagai gelar individu, di antaranya 6 Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA pada 2019.

Kontrak Messi sebenarnya memang sudah habis per 30 Juni lalu. Barcelona berupaya mempertahankannya dengan terus bernegosiasi.

Dalam prosesnya, muncul sejumlah rumor positif. Messi kabarnya bersedia bertahan di Camp Nou lima tahun lagi, bahkan dengan pengurangan gaji sebesar 50 persen.

hambatan finansial dan struktural menjadi alasan utama kepergian Messi. Barcelona sedang krisis keuangan, ditambah aturan pembatasan gaji di LaLiga menjadi pemicunya.

Krisis yang dialami Barcelona berdampak parah. Hal itu membuat raksasa Catalan kena aturan pembatasan gaji dari LaLiga.

Pada musim 2019/2020, Barcelona menjadi klub yang menggaji pemainnya paling mahal, yakni mencapai sekitar 671 juta euro. Pada musim 2020/2021, LaLiga membatasinya, di mana Barcelona cuma bisa menggaji pemainnya sebesar 382,8 juta euro.

LaLiga memberi keringanan kepada Barcelona agar mengurangi total gaji pemainnya. Salah satunya dengan menjual beberapa bintangnya.

Namun hal itu juga tetap sulit dilakukan Barcelona. Selain kesulitan menjual, nilai kontrak bintang-bintangnya juga sudah terlampau mahal.

Untuk Messi seorang saja, pemain Argentina itu mendapat kontrak senilai 500 juta euro ketika meneken kesepakatan berdurasi empat tahun pada 2017.

Musim ini, alih-alih mengurangi pengeluarannya untuk gaji, Barcelona malah menambahnya. Sebab, mereka sudah mendatangkan beberapa rekrutan baru seperti Memphis Depay, Eric Garcia, dan Sergio Aguero.

Dengan Barcelona tidak bisa memenuhi salary caps sesuai regulasi, maka LaLiga melarang Barcelona mendaftarkan pemain-pemain barunya. Dan Lionel Messi, karena sudah habis kontrak per akhir Juni lalu, kini dianggap pemain baru oleh LaLiga sehingga tak bisa didaftarkan Barcelona, sekalipun kesepakatan

Swedia dan Kanada Akan Perebutkan Medali Emas Olimpiade Tokyo 2021.

Kedua negara tersebut adalah Kanada dan juga Swedia, keduanya akan bertanding di Olympic Stadium pada hari Jumat,6/8/2021.

Keseruan laga antara Swedia vs Kanada yang memperebutkan medali emas dapat disaksikan mulai pukul 09.00 WIB.

Laga kedua tim diprediksi akan berlangsung sengit mengingat ada sejarah besar yang berpeluang diukir di situs slot online terpercaya sehingga banyak bettor yang kembali aktif main judi slot menggunakan uang asli.

Tim sepak bola putri Swedia sendiri memulai perjalanan di Olimpiade dengan hasil yang bagus. Kemenangan brilian didapatkan oleh Swedia kala menghantam Amerika Serikat pada laga perdana Olimpiade.

Sejak kemenangan itulah Swedia selalu mampu memenangkan laga yang dimainkan dalam ajang Olimpiade edisi kali ini.

Satu kemenangan lagi akan membuat Swedia bisa mengukir sejarah baru memenangkan medali emas sepak bola putri.

Disisi lain, kekuatan sepak bola putri Kanada juga tak bisa dipandang remeh begitu saja. Kanada secara tak terduga mampu mengalahkan sekaligus menyingkirkan Amerika Serikat di babak semifinal.

Kemenangan yang diraih Kanada dengan menghempaskan tim kua Amerika Serikat menjadi sinyal yang perlu diwaspadai Swedia.

Alhasil performa terbaik dari Swedia maupun Kanada diharapkan akan membuat laga makin sengit.

Gelandang Australia Tameka Yallop (kiri) berebut bola dengan pemain depan Swedia Sofia Jakobsson pada pertandingan sepak bola semifinal putri Olimpiade Tokyo 2020 antara Australia dan Swedia di Stadion Internasional Yokohama di Yokohama pada 2 Agustus 2021.

Jika menelisik rekor pertemuan, Kanada memiliki sedikit keunggulan dengan raihan lima kemenangan dari 11 laga yang dilakoni.

Sementara itu, Swedia baru meraih empat kemenangan setiap berjumpa dengan Kanada. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2019 dan kemenangan berhasil diraih oleh Swedia dengan skor 1-0.

Di kubu Swedia, nama Magdalena Eriksson dipastikan telah pulih dari cedera. Ia akan kembali memimpin pos pertahanan Swedia dari serangan mematikan tim Kanada.

Dengan kekuatan penuh tampaknya Swedia akan mengeluarkan tim terbaiknya guna menyegel kemenangan serta medali emas.

Pemain depan Kanada Christine Sinclair merayakan kemenangan dengan gelandang Kanada Julia Grosso selama pertandingan sepak bola semifinal wanita Olimpiade Tokyo 2020 antara Amerika Serikat dan Kanada di Stadion Ibaraki Kashima di Kashima pada 2 Agustus 2021.

Hal yang sama juga terjadi pada kubu Kanada yang siap tampil dengan kekuatan terbaiknya.Pulihnya Stephanie Labbe menambah kekuatan Kanada untuk meladeni permainan Swedia.

Baik Swedia dan Kanada tercatat belum pernah memenangkan medali emas Olimpiade. Situasi itu berpeluang membuat kedua tim akan tampil impresif untuk sama-sama mencetak sejarah baru.

Tentu menarik untuk melihat tim mana yang akhirnya menjadi pemenang dalam laga final sepak bola putri Olimpiade Tokyo 2021 tersebut.

Prediksi Susunan Pemain Swedia vs Kanada:

Swedia (4-2-3-1):

Hedvig Lindahl; Nathalie Bjorn, Magdalena Eriksson, Amanda Ilestedt, Hanna Glas; Kosovare Asllani Caroline Seger, Filippa Angeldal; Kosovare Asllani, Fridolina Rolfo, Sofia Jakobsson; Stina Blackstenius

Kanada (4-3-3):

Stephanie Labbe; Allysha Chapman, Vanessa Giles, Kadeisha Buchanan, Ashley Lawrence; Quinn, Desiree Scott, Jessie Fleming; Janine Beckie, Christine Sinclair, Nichelle Prince

Profil Thomas Muller, Salah Satu Pemain Bayern Munchen Terbaik

Thomas Müller adalah pemain sepak bola asal Jerman yang bermain dan menjadi wakil kapten untuk Bayern München dan tim nasional Jerman.

Sebagai pemain judi online terbaik yang serba guna, Müller selalu bermain di situs daftar joker123 terbaru sebagai gelandang atau penyerang, dan telah bermain dalam berbagai posisi menyerang – gelandang serang, penyerang bayangan, penyerang tengah, serta pemain sayap.

Dia dipuji karena pengaturan posisi, kerja tim dan stamina, tingkat produktivitas, serta konsistensi dalam mencetak dan menciptakan gol.

Sebagai produk dari sistem akademi usia muda, dia memulai musim pertamanya secara penuh pada musim 2009–2010 setelah Louis van Gaal ditunjuk sebagai pelatih utama, dia bermain di hampir seluruh pertandingan hingga klub memenangkan gelar double di Bundesliga dan DFB-Pokal, serta mencapai Final Liga Champions UEFA 2010.

Müller mencetak 23 gol pada musim 2012–2013 saat Bayern memenangkan treble historis; gelar di Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions.

Müller masuk ke dalam tim nasional Jerman pada tahun 2010. Pada Piala Dunia 2010 dia mencetak lima gol dalam enam pertandingan saat Jerman meraih peringkat ketiga.

Dia menjadi Pemain Muda Terbaik dalam turnamen dan memenangkan Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak, dengan lima gol dan tiga assist.

Pada Piala Dunia 2014 dia berperan penting dalam membantu tim memenangkan trofi, mencetak lima gol dan menerima Silver Ball sebagai pemain terbaik kedua dan Silver Boot sebagai pencetak gol terbanyak kedua, serta masuk ke dalam World Cup All Star XI dan 2014 FIFA World Cup Dream Team.

Pada tahun 2014, Müller menempati peringkat kelima dalam daftar pemain sepak bola terbaik di dunia menurut The Guardian.

Lahir di Weilheim, Müller bermain sebagai pemain tim usia muda untuk TSV Pähl, dan pada umur 10 tahun dia melakukan perjalanan sejauh 50 km (31 mi) untuk bergabung ke dalam tim Bayern München pada tahun 2000.

Dia berkembang melalui sistem tim usia muda dan menjadi bagian dari tim yang memperoleh runner-up di Bundesliga U-19 pada tahun 2007.

Dia memulai debut di tim cadangan pada Maret 2008 saat dia menggantikan Stephan Fürstner dalam pertandingan Regionalliga melawan SpVgg Unterhaching.

Pada pertandingan tersebut dia mencetak gol. Dia bermain dalam dua pertandingan Regionalliga lainnya pada musim 2007–2008, saat tetap bermain untuk tim U-19.

Pada musim berikutnya, tim kedua Bayern lolos ke 3. Liga yang baru dibentuk, dan Müller menjadikan dirinya sebagai pemain kunci – bermain dalam 32 dari 38 pertandingan dan mencetak 15 gol, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kelima dalam liga tersebut.

Dia juga terlibat dalam tim utama di bawah pelatih saat itu Jürgen Klinsmann; saat dia tampil dalam pertandingan persahabatan pra-musim, dan memulai debut penuhnya pada 15 Agustus 2008, saat dia menjadi pemain pengganti untuk Miroslav Klose pada sepuluh menit terakhir dari pertandingan Bundesliga melawan Hamburger SV.

Meski Müller merasa bahwa penampilannya tidak berlangsung baik, dia kembali tampil dalam tiga pertandingan Bundesliga pada musim tersebut dan memulai debut di Liga Champions pada 10 Maret 2009 saat menjadi pemain yang menggantikan Bastian Schweinsteiger pada menit ke-72 dalam kemenangan 7–1 atas Sporting CP.

Dia mencetak gol terakhir saat mereka menang dengan skor agregat 12–1. Pada Februari 2009, Müller menandatangani kontrak pertamanya untuk tim senior dengan kesepakatan selama dua tahun efektif dari musim 2009–2010 bersama dengan rekannya Holger Badstuber.

Müller mewakili Jerman di berbagai tingkatan usia muda, dimulai dengan U-16 pada 2004.[3] Pada Agustus 2009, dia dipanggil ke dalam tim U-21 untuk memulai debutnya pada pertandingan persahabatan yang berakhir kekalahan 3–1 dari Turki.

Dia memperoleh enam penampilan untuk tim U-21 dan mencetak satu gol, yakni gol kedelapan dalam pertandingan dengan kemenangan akbar 11–0 atas San Marino.

Pada bulan Oktober pada tahun yang sama, penampilan tetap Müller untuk tim utama Bayern menyebabkan manajer tim nasional Jerman Joachim Löw mempertimbangkan pemanggilannya, meski mendapat penolakan awal dari pengurus Bayern München.

Pada bulan berikutnya, Müller masuk ke dalam skuat untuk pertandingan melawan Pantai Gading. Akan tetapi, pertandingan ini beriringan dengan wafatnya kiper tim nasional Robert Enke, yang menyebabkan pembatalan pertandingan melawan Chili di pekan yang sama.

Dengan kurangnya kesempatan memainkan pemain baru, bersamaan dengan tim U-21 yang menghadapi kualifikasi Kejuaraan Eropa U-21 2011, Löw dan manajer tim U-21 Rainer Adrion sepakat bahwa Müller masih dibutuhkan untuk tim U-21, dan Müller dipanggil kembali ke tim U-21.

Dia kembali ke dalam skuat tim senior pada pertemuan berikutnya, yakni pada sesi latihan di Sindelfingen pada Januari 2010, dan masuk ke dalam skuat untuk pertandingan berikutnya, yakni pertandingan persahabatan melawan Argentina pada bulan Maret.

Dia memulai debutnya dalam pertandingan ini sebagai pemain lini utama di Allianz Arena, stadion klubnya. Dia digantikan pada menit ke-66 dengan sesama debutan Toni Kroos saat Jerman kalah 1–0.

Profil Lengkap Kai Havertz, Pemain Gelandang Dari Chelsea

Kai Lukas Havertz merupakan seorang pemain sepak bola yang lahir di Aachen, 11 Juni 1999. Ia berasal dari Jerman dan bermain sebagai gelandang serang atau pemain sayap kanan untuk klub Premier League Chelsea dan tim nasional Jerman.

Melakukan debut bersama Bayer Leverkusen pada tahun 2016, Havertz merupakan pemain termuda yang pernah tampil untuk klub tersebut di Bundesliga dan ia juga dikenal sebagai pemain bola yang gemar bermain game mesin slot melalui salah satu situs daftar slot online terpercaya di Indonesia.

Ia pun menjadi pencetak gol termuda saat membuat gol perdana pada tahun berikutnya. Havertz juga merupakan pemain termuda yang berhasil bermain sebanyak 50 dan 100 kali di Bundesliga.

Lahir di Aachen, Jerman, pengalaman pertama Havertz bermain sepak bola adalah saat ia bergabung dengan klub amatir Alemannia Mariadorf pada usia empat tahun. Kakeknya, Richard, adalah pimpinan klub tersebut.

Pada tahun 2009, ia dikontrak oleh tim divisi dua Alemannia Aachen dan bermain di akademi klub tersebut selama setahun. Di usia 11 tahun, ia bergabung dengan Bayer Leverkusen.

Havertz mencetak 18 gol pada tahun 2016 untuk tim U-17 Bayer Leverkusen dan mendapat Fritz Walter Medal, sebelum bergabung dengan tim senior pada tahun berikutnya.

Havertz melakukan debut untuk Bayer Leverkusen pada tanggal 15 Oktober 2016, saat ia masuk sebagai pemain pengganti untuk Charles Aránguiz dalam pertandingan Bundesliga melawan Werder Bremen yang berakhir dengan kekalahan 1-2.

Saat itu, ia pun menjadi pemain termuda yang melakukan debut di Bundesliga, tepatnya pada usia 17 tahun 126 hari. Rekor tersebut dipatahkan oleh Florian Wirtz pada tahun 2020.

Pada tanggal 17 Februari 2017, Havertz memberikan assist kepada rekan setimnya Karim Bellarabi, yang kemudian menjadl gol ke-50,000 di Bundesliga.

Empat hari kemudian, ia tampil sejak awal pertandingan untuk pertama kalinya di Champions League saat Bayer Leverkusen harus menghadapi Atlético Madrid di babak 16 besar.

Ia terpilih untuk tampil di pertandingan tersebut karena rekan setimnya, Hakan Çalhanoğlu, terkena hukuman larangan bermain. Havertz tidak bisa bermain di pertandingan kedua melawan Atletico Madrid yang berlangsung pada bulan Maret karena bertepatan dengan masa ujian di sekolahnya.

Havertz menyumbangkan gol pertamanya untuk Bayer Leverkusen pada tanggal 2 April 2017. Gol tersebut menjadi penyama kedudukan dalam pertandingan melawan VfL Wolfsburg yang berakhir dengan skor 3-3.

Ia pun memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda bagi Bayer Leverkusen di Bundesliga, pada usia 17 tahun.

Pada musim tersebut, secara total ia bermain sebanyak 28 kali dan mencetak empat gol di semua kompetisi, termasuk dua gol di pertandingan terakhir melawan Hertha BSC. Leverkusen pun mengakhir musim di posisi ke-12.

Pada tanggal 14 April 2018, Havertz, menjadi pemain termuda sepanjang sejarah Bundesliga yang berhasil bermain sebanyak 50 kali, di usia 18 tahun 307 hari.

Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Timo Werner. Di akhir musim, Havertz berhasil membawa Leverkusen beradai di posisi kelima dengan bermain sebanyak 30 kali dan mencetak tiga gol.

Havertz melanjutkan tren positif di musim berikutnya. Hingga pertengahan musim, Havertz merupakan satu-satunya pemain yang tampil di setiap pertandingan dan menghasilkan enam gol.

Pada tanggal 20 September 2018, ia mencetak dua gol untuk pertama kalinya di kompetisi Eropa saat menghadapi Ludogorets Razgrad di kompetisi Europa League 2018–19 yang berakhir dengan kemenangan 3-2.

Ia menjadi pemain termuda Leverkusen yang mencetak gol dari tendangan penalti pada tanggal 26 Januari 2019, saat klub tersebut menghadapi Wolfsburg yang berakhir dengan skor 3-0. Saat itu, Havertz baru berusia 19 tahun, tujuh bulan, 16 hari.

Pada bulan berikutnya, Havertz menjadi pemain termuda kedua yang tampil sebanyak 75 kali di Bundesliga, setelah Julian Draxler. Rekor tersebut ia capai saat bertanding melawan Fortuna Düsseldorf di mana ia mencetak satu gol.

Pada tanggal 13 April 2019, ia pun kembali mencetak gol di pertandingannya yang ke-100 di Bundesliga melawan Stuttgart.

Gol tersebut, ke-13 di musim tersebut, membuat Havertz menjadi pemain termuda yang mencetak 13 gol dalam satu musim setelah pemain Stuttgart Horst Köppel yang melakukannya pada musim 1967–68.

Havertz mencetak gol ke-15 dalam pertandingan melawan Eintracht Frankfurt pada tanggal 5 Mei 2019. Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 6-1 tersebut terkenal karena menjadi pertandingan pertama di Bundesliga dengan tujuh gol tercipta di babak pertama.

Di pertandingan terakhir musim 2018-19, Havertz menjadi remaja dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga, setelah mencetak gol ke-17 dalam kemenangan 5-1 melawan Hertha BSC.

Saat laga pembuka musim 2019–20 melawan Paderborn yang berkesudahan 3-2, Havertz mencetak sejarah dengan menjadi pemain termuda kedua setelah Köppel yang membuat 25 gol di Bundesliga.

Pada bulan Desember 2019, di usia 20 tahun, enam bulan, dan empat hari, ia memecahkan rekor Werner sebagai pemain termuda yang bermain sebanyak 100 kali di Bundesliga.

Italia Berhasil Kalahkan Spanyol di Euro 2020 Pada Babak Adu Penalti

Sampai sejauh ini setidaknya terdapat dua negara yang difavoritkan menjadi juara euro 2020, yaitu Spanyol atau Italia.

Akhirnya kedua negara tersebut bertemu di fase semi-final Piala Eropa 2020, walau keduanya diunggulkan, tetapi kedua tim ini memilki perbedaan yang sangat berbeda.

Duel dua raksasa Eropa antara Italia vs Spanyol tersaji di Euro 2020. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/7/2021) dinihari WIB di Stadion Wembley.

Baik Italia maupun Spanyol sama-sama menjadi tim favorit dalam Piala Eropa 2020. Kedua kesebelasan tampil produktif sejak fase grup sampai saat ini.

Italia melaju mulus dan total sudah membukukan 11 gol dari fase grup hingga babak perempatfinal. Ciro Immobile dkk juga meraih kemenangan 100 persen sebelum menapak ke empat besar.

Sementara itu, Spanyol sempat tersendat di dua laga awal babak grup dengan dua hasil imbang kontra Swedia dan Polandia.

La Furia Roja meledak setelah meraih kemenangan telak 5-0 atas Slovakia, disusul kemenangan 5-3 atas Kroasia pada 16 besar, serta menyingkirkan Swiss via adu penalti pada perempatfinal.

Persamaan kualitas di antara Italia dan Spanyol mendapat tanggapan dari mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid, Fabio Capello.

Pria 76 tahun tersebut mengamini bahwa kedua tim sama-sama tangguh dan berbahaya di Piala Eropa 2020.

Meskipun demikian, Capello menilai kedua kesebelasan memiliki perbedaan dalam gaya permainan. Spanyol dinilainya bermain lamban tapi berkualitas, sementara Italia besutan Roberto Mancini memainkan tempo yang lebih cepat.

“Ini akan sulit bagi kedua tim karena Spanyol memiliki sistem yang tidak terlalu cepat. Mereka berlandaskan pada banyaknya sentuhan lambat tanpa ritme yang bagus, tapi mempunyai banyak kualitas,” kata Capello, dilansir dari Mundo Deportivo.

“Mereka memiliki pemain-pemain yang bisa mengancam siapa pun. Itu bisa berbahaya sekali buat Italia,” sambungnya.

“Roberto Mancini memainkan sepakbola yang cepat, berkualitas, dan menyenangkan…,” demikian kata Fabio Capello menatap duel Italia vs Spanyol di Piala Eropa 2020.

Dan hasil dari pertandingan ini sangatlah epic, karena kedua tim harus melanjutkan pertandingan mereka hingga ke babak pinalti.

Hasil akhir pinalti membuat Italia menang antas spanyol sehingga bisa lolos ke final Euro2020. Leonarddo Bonucci tetap mengingatkan agar mereka tidak euphoria secara berlebihan.

Kelolosan itu didapat Gli Azzurri setelah memenangi adu tos-tosan 4-2 menyusul hasil seri 1-1 sampai laga bubar dalam semifinal di Wembley, Rabu (7/7/2021) dinihari WIB. Di kubu Italia, hanya Manuel Locatelli yang gagal mengonversi penalti sedangkan dua penendang penalti Spanyol yang gagal adalah Dani Olmo dan Alvaro Morata.

Dengan ini berarti Italia berhak maju ke partai puncak Euro 2020 dan akan berhadapan dengan pemenang antara Inggris vs Denmark. Italia memburu gelar juara Eropa pertamanya setelah mengkangkat trofi itu pada 1968 alias 53 tahun silam.

Bonucci mewanti-wanti begitu lega dengan sukses Italia melangkah ke final. Skuad Italia agar mempertahankan rasa lapar akan gelar juara di final.

“Ini adalah pertandingan terberat yang pernah kumainkan,” ucap Bonucci dilansir Football-Italia. “Aku mengucapkan selamat kepada Spanyol atas apa yang sudah mereka tunjukkan.”

“Tapi sekali lagi tim Italia ini menunjukkan hati, determinasi, dan kemampuan untuk mengatasi momen-momen sulit dan lotere penalti diberikan kepada kami. Kemenangan yang Anda peroleh dengan penderitaan selalu yang paing nikmat,” sambung pemain senior Juventus itu.

“Sekarang cuma tinggal satu centimeter lagi. Hanya satu centimeter… Luar biasa dengan apa yang sedang kami lakukan, kami tidak seharusnya merasa sudah kenyang.”

“Kami menjejak final, lima hari lagi, dan kami perlu rasa lapar yang sama dan semangat pengorbanan untuk membawa pulang trofi juara ini setelah bertahun-tahun,” cetus Bonucci usai Italia maju ke final Euro 2020.

Berita Seputar Pemain  Sepak Bola : Gareth Bale dan Lionel Messi

Salah satu pemain bintang asal Spurs yaitu Bale dikabarkan tidak tertarik lagi untuk menggunakan jersey Spurs pada musim depan.

Bale bahkan membuka kemungkinan bermain di Liga Amerika Serikat atau MLS. Seperti dikabarkan Marca, Rabu (30/6/2021), Bale dikabarkan tengah mempertimbangkan olsi untuk menyebrang ke Liga Amerika Serikat (AS), atau MLS.

Bale memang dikabarkan tertarik bermain di kompetisi MLS. Menurutnya, Liga Amerika telah benar-benar mengalami perkembangan yang pesat. Tak ayal banyak pemain bintang yang memilih untuk melanjutkan kariernya di Negeri Paman Sam tersebut.

Kemungkinan Bale pun bisa mengikuti tren tersebut. Apalagi, dia merasa cukup percaya diri Liga Amerika bakal terus berkembang menjadi lebih lagi. Terlebih dia tak dapat jaminan bakal mendapat tempat di Madrid.

Melihat situasi Bale di Madrid yang sudah tidak terlalu dipentingkan lagi, maka wajar saja jika pemain tersebut mencoba mencari klub baru yang akan dibelanya pada musim depan.

Tentu ketertarikan Bale itu bakal berakhir manis asal ada klub yang mau membelinya. Dengan harga dan gaji Bale yang sangat tinggi, maka hanya segelintir klub Liga Amerika saja yang kemungkinan dapat mendatangkan pemain asal Wales itu dari Madrid.

Salah satu yang bisa saja mendatangkan Bale pun adalah LA Galaxy, tim yang pernah mendapatkan tanda tangan beberapa pemain bintang Eropa seperti David Beckham, Zlatan Ibrahimovic, dan Javier Hernandez.

Selain itu, salah satu bintang di la liga yaitu Lionel Messi juga kontraknya sudah berakhir dengan klub Barcelona.

Kontrak Messi selesai per 30 Juni 2021. Itu artinya pada 1 Juli pukul 00.00 waktu Barcelona atau sekitar 06.00 WIB, La Pulga sudah berstatus bebas transfer.

Peraih Ballon d’Or enam kali itu berulang kali dikaitkan dengan dua klub kaya raya yaitu Paris Saint-Germain dan Manchester City. Kubu Les Parisiens bahkan secara terang-terangan mengumumkan ke publik sangat menginginkan Messi.

Klub Ibu Kota Prancis itu ingin memasukkan Messi ke dalam proyek besar yakni memenangkan Liga Champions. Sebab hingga kini pencapaian terbaik PSG hanya merasakan atmosfer laga pamungkas.

Sementara City dikaitkan dengan La Pulga karena sosok sang pelatih Pep Guardiola. Banyak pihak berspekulasi jika mereka akan bereuni di Etihad Stadium.

Dari kubu Blaugrana hingga detik ini belum juga mengumumkan perpanjangan kontrak Messi. Menurut laporan Bleacher Report, Kamis (1/6/2021), Messi tidak memiliki kontrak dengan Barcelona untuk pertama kalinya sejak 2000.

Namun Barcelona tak melepas sang megabintang begitu saja. Presiden baru mereka Joan Laporta berusaha mati-matian untuk mempertahankannya.

Sayangnya Laporta terganjal masalah dalam mempertahankan Messi. Sebab La Pulga dan pemain Barcelona lainnya memiliki gaji yang tinggi.

Liga Spanyol sendiri menerapkan batas gaji selama pandemi Covid-19. Sementara Presiden La Liga Javier Tebas mengatakan saat ini total tagihan pemain Barcelona telah melebihi batasan yang telah ditentukan.

Barcelona tentu harus cepat menemukan solusi. Jika tidak, mereka akan melihat Messi berseragam klub lain untuk pertama kali sepanjang karier.

Messi sendiri sempat dikabarkan ingin hengkang dari tim ini sebelum masa kontraknya habis, namui ia tidak mau bertikai dengan Barcelona sehingga memilih untuk menjalani tahun terakhirnya di Barcelona.

Bahkan di musim terakhirnya Dia tetap tampil profesional dan bahkan mengantarkan Barcelona menjuarai salah satu kejuaraan yaitu Copa del Rey.

Berita Seputar Euro 2021 : Inggris vs Jerman Yang Wajib Kamu Ketahui

Euro saat ini sudah mulai semakin seru, karena tim-tim dari berbagai negara partisipan mengeluarkan taktik dan gaya permainan terbaik mereka.

Jerman nanti akan melawan Inggris pada babak 16 besar Euro 2020. Manajer Timnas Jerman, Joachim Loew, mengakui pertandingan itu akan sangat berbeda dibanding duel sebelum-sebelumnya.

Timnas Jerman memastikan satu tiket ke babak 16 besar Euro 2020 setelah Hasil imbang 2-2 yang didapatkan timnya melawan Hungaria memastikan Der Panzer mengunci posisi runner up grup F.

Berdasarkan bagan pertandingan yang dibuat FIFA, Jerman harus menghadapi juara Grup D. Kebetulan Inggris menjadi tim yang akan berhadapan dengan Jerman nanti.

Loew yakin pertandingan ini akan berjalan dengan sengit. “Saya yakin pertandingan melawan Inggris ini akan jadi pertandingan yang sangat berbeda,” ujar Loew yang dikutip Sportsmole, Kamis (24/6/2021).

Manajer Jerman tersebut juga menyebutkan bahwa pertandingan melawan Inggris akan lebih seru karena kedua tim sama-sama akan tampil menyerang sejak awal laga.

“Hari ini, Hungaria bermain dengan parkir bus. Semua pemain mereka ikut bertahan, dan semua pemain mereka mencoba merebut bola,” ujar Loew.

“Sementara melawan Inggris, mereka akan bermain di kandang mereka [Wembley]. Mereka akan tampil menyerang sehingga jalannya pertandingan akan lebih terbuka daripada pertandingan hari ini,” imbuh pelatih Timnas Jerman itu.

Loew juga menegaskan Jerman harus berbenah total sat menghadapi Inggris. Ia menilai timnya bakal kalah jika tampil seperti saat menghadapi Hungaria.

“Kami harus memperbaiki banyak hal. Kami harus lebih waspada, terutama dalam skema bola-bola mati. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi,” ucap Loew.

“Namun seperti yang saya katakan, pertandingan melawan Inggris nanti akan sangat berbeda, dan kami tidak sabar memainkan laga itu,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi timnas Inggris juga mengungkapkan pernyataan mereka jelang laga mereka dengan timnas dari Jerman.

Seperti salah satu mantan bek MU yaitu Gary Naville yang mengungkapkan bahwa Bukayo Saka harus menjadi starter di Timnas Inggris melawan Jerman saat sang pakar mengungkapkan starting XI versinya untuk menghadapi Jerman.

Inggris akan menghadapi rival lama mereka di Wembley pada babak 16 besar Euro 2020 dan kedua belah pihak tampil berimbang setelah penampilan yang tidak konsisten di babak penyisihan grup.

Gol penyama kedudukan Leon Goretzka melawan Hungaria tidak hanya membuat Jerman malu, tetapi juga menyelamatkan perjalanan mereka di Euro 2020 untuk memastikan mereka finis kedua di Grup F.

Neville yakin Inggris dapat memanfaatkan kelemahan Jerman dengan mencocokkan formasi mereka dan memainkan lima bek dengan bek sayap.

Kyle Walker, John Stones dan Harry Maguire akan mengisi tiga bek Neville, dengan Reece James dan Luke Shaw sebagai bek sayap.

Declan Rice dan Kalvin Phillips mempertahankan tempat mereka di lini tengah, tetapi ada kejutan di lini depan karena Saka dipilih bersama Raheem Sterling dan Harry Kane.

Saka memenangkan man of the match dalam start pertamanya di Euro 2020 melawan Republik Ceska, tetapi tidak ada tempat untuk Jack Grealish di tim Neville.

Gary Neville juga menjelaskan bahwa dia ingin Bukayo Saka dan Raheem Sterling tetap berada di garis terdepan melawan Jerman dan ingin melihat Rice dan Phillips mengawasi Toni Kroos dan Ilkay Gundogan dari dekat

Pemain Liga Inggris Terbaik Musim Ini Yang Harus Kamu Tahu!

Sepak bola memang seringkali menjadi obat penghibur bagi banyak orang. Apalagi, di tahun pandemic seperti saat ini.

Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola juga terpengaruh ecara finansial karena adanya pandemic virus corona serta pertandingan sudah berlangsung di stadion – stadion kosong, namun kehadiran mereka sangat berarti di tengah kesulitan yang dialami manusia seantero dunia ini.

Premier League juga terus menjadi liga paling populer di dunia. Liverpool sendiri meraih gelar musim lalu di tengah situasi sulit, sempat terhentinya kompetisi karena pandemic virus corona yang menjangkiti Inggris.

Sepak bola juga terus menjadi ajang yang menarik di dunia yang dibatasi oleh pandemic dan para pemain tetap bisa beraksi menunjukkan permainan terbaiknya di masa – masa sulit ini.

Liga Inggris membanggakan persaingan yang mereka miliki terbaik di dunia kerena adanya pesepak bola kelas dunia.

Dan rasanya klaim tersebut pantas saja karena nyatanya di masa pandemic ini, hanya klub – klub Inggris yang masih bisa belanja pemain dengan banderol mahal. Lalu, siapa saja sih pemain terbaik Premiere League sepanjang tahun ini? Yuk simak di bawah ini.

1.Jamie Vardy

Jamie Vardy

Siapa yang bisa mengira bahwa striker veteran dari Leichester City, Jamie Vardy ini masih memiliki insting yang tajam dalam mencetak gol.

Bahkan, bisa dibilang pada tahun 2020 kemarin, ketajaman Vardy semakin meningkat lagi. Ia bahkan bisa mencium bau peluang emas sekecil apapun.

Seperti julukan tim nya, Leichester City, The Foxes, Vardy adalah serigala di dalam kotak penalty lawan. Torehan 23 golnya di musim lalu menjadikannya sebagai top skorer Liga Inggris, sebuah penghargaan yang tak bisa digapai Vardy di juara beberapa musim lalu.

Di musim ini pun, ketajamannya masih belum juga hilang. Ia masih tetap berbahaya dan kini sudah menorehkan 11 gol. Hanya tertinggal 2 saja dari pemuncak kalsemen tip skor Liga Inggris, Mohamed Salah.

2.Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Manchester City memang seperti sedang dijauhi dewi fortuna, setelah gagal juara musim lalu karena kalah jauh dari Liverpool. Kali ini pun Manchester City masih terlihat gamang dan belum sanggup mengejar Liverpool.

Tapi situasi itu bisa semakin buruk jika Kevin De Bruyne tidak tampil fantastis. Semua orang masih mengakui sentuhannya masih begitu aduhai dan membius sehingga tetap berbahaya sebagai playmaker Manchester City.

Pemain terbaik Liga Inggris PFA pun berhasil disabet oleh De Bruyne sebagai bukti bahwa ia masih menyandang status sebagai salah satu Playmaker terbaik Liga Inggris.

Andai saja dirinya tidak cedera panjang, mungkin sehatusnya musim ini pun bisa menjadi milik Kevin De Bruyne.

3.Sadio Mane

Sadio Mane

Orang – orang terkadang mungkin lupa dan dibutakan oleh ketajaman Mohamed Salah sebagai ujung tombak serangan Liverpool.

Memang Liverpool selalu bermain dengan 3 bomber, namun Salah seringkali ditinggal sendiri di depan sehingga bisa mencetak banyak gol.

Tapi orang lupa jika Salah tak akan pernah bisa mendapat pasokan bola jika taka da kerja keras dari seorang Sadio Mane. Jika menonton pertandingan Liverpool dengan seksama, Mane merupakan pemain pertama yang akan menjalankan skema gegenpressing.

Untuknya para suporter Liga Inggris musim lalu tidak buta dan menyerahkan penghargaan pemain terbaik pada Mane. Di musim ini meski torehan gol dan assists-nya tidak seberapa, tetapi kerja kerasnya tetap penting sehingga membuatnya jadi salah satu pemain terpenting Liverpool.

4.Bruno Fernandes

Bruno Fernandes

Jika bukan Bruno Fernandes, mungkin Manchester United tak akan bisa berada di posisi saat ini, anggapan ini memang benar adanya. Sejak kedatangannya Januari tahun ini, Bruno Fernandes seakan seperti seorang diri mengangkat peforma Manchester United.

Mulai dari kontribusi gol, visi permainan yang sangat jenius hingga pergerakan tanpa bola yang bisa membuka pemain lain masuk, adalah sedikit dari banyak kemampuan Bruno. Bak seorang penyihir, ia selalu mampu jadi sosok protagonis bagi Manchester United.

Secara total sejak masuk membela Manchester United, Bruno Fernandes telah menorehkan 25 gol dan 15 assists hanya dalam 42 laga saja. Padahal seperti yang kita tahu, sebelum Bruno datang, Manchester United hanya tim pesakitan saja pada musim lalu karena tak punya playmaker mumpuni.

Itulah 4 pemain terbaik liga Inggris yang harus kalian ketahui. Semoga bermanfaat.